Senin, 29 Mei 2017

Sejarah Taman Suropati

SEJARAH TAMAN SUROPATI


 Sejarah Singkat Taman Suropati

Taman Suropati (awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein) adalah nama sebuah taman di Jakarta. Pada awalnya nama taman ini diambil dari nama Walikota (Burgemeester) Batavia yang pertama G.J. Bisshop (1916-1920). Taman ini merupakan pusat kawasan Menteng, berada tepat di antara pertemuan tiga jalan utama yaitu Menteng Boulevard (Jl. Teuku Umar), Orange Boulevard (Jl. Diponegoro) dan Nassau Boulevard (Jl. Imam Bonjol). Pada mulanya berbentuk bukit, kemudian dipangkas dan sebagian tanahnya dibuang ke Jl. Besuki. Lapangan ini mulai ditanami pohon maupun bunga sejak 1920. Lapangan yang kini disebut sebagai Taman Suropati ini sejak tahun 1920 sudah menggantikan lapangan bundar yang luas dalam Rencana Moojen.
Tak banyak orang Jakarta tahu bahwa nama Taman Suropati diambil dari nama salah satu pahlawan nasional Indonesia. Untung Suropati namanya, lahir di Bali, 1660 – meninggal dunia di Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706 pada umur 45/46 tahun, adalah seorang tokoh dalam sejarah Nusantara yang dicatat dalam Babad Tanah Jawi. Kisahnya menjadi legendaris karena mengisahkan seorang anak rakyat jelata dan budak VOC yang menjadi seorang bangsawan dan Tumenggung (Bupati).Untung juga diceritakan pernah mendirikan kerajaan yang berpusat di Pasuruan. Namun, VOC dan sekutunya menyerang dan menghancurkan kerajaan Untung. Senjata tentara VOC lebih canggih dan jumlahnya lebih banyak daripada tentara Untung. Akhirnya, kerajaan Untung dikalahkan. Untung mengalami luka-luka hingga akhirnya meninggal dunia.Kisah Untung Surapati yang legendaris dan perjuangannya melawan kolonialisme VOC di Pulau Jawa membuatnya dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.
Taman Suropati yang rindang, sejak beberapa tahun yang lalu dihiasi dengan patung-patung karya pematung dari seluruh ASEAN. Pada awalnya muncul gagasan peletakan patung-patung disebarkan, namun akhirnya disatukan. Lokasi dipilih Taman Surapati, karena taman ini kosong dan keamanan lebih terjamin. Sampai sekarang pemeliharaan Monumen ASEAN dilakukan oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta.
Monumen ASEAN yang terdiri dari patung-patung ini mempunyai arti yang sangat penting di antaranya:
1) Untuk meningkatkan rasa persatuan di kalangan para seniman ASEAN khususnya seniman patung
2)Menciptakan karya seni sebagai lambang solidaritas ASEAN dan sebagai contoh keanekaragaman tradisi nasional masing-masing negara
3) Memberikan kesempatan kepada para seniman untuk bertukar pikiran dan pengalaman antar seniman ASEAN dalam menciptakan suatu karya seni yang baik, dalam bentuk patung ASEAN.

Pembangunan Monumen ASEAN merupakan hasil kerjasama di bidang kebudayaan antar bangsa Asia Tenggara. Bentuk patung itu mencerminkan kebersamaan dan persatuan yang kokoh. 

 Patung Rebirth
Patung dari Philipina diberi judul rebirth atau kelahiran kembali karya Luis E. Yee Jr (Junvee) dari Philippines, berbentuk tonggak-tonggak kayu berjumlah 16 buah yang ditanam ke dalam tanah, terletak di baris barat paling selatan yang dekat dengan Jl. Diponegoro dan Jl. Imam Bonjol. 

 Patung Harmoni
Patung dari Brunei Darussalam diberi nama Harmoni karya Awang Hj. Latif Aspar dari Brunei Darussalam dengan maksud harmoni dalam kehidupan di antara negara ASEAN, bentuknya mirip lambang ASEAN yang di bagian tengahnya terdapat simbol negara Brunei. 

 
Patung Fratenity
Patung dari Thailand berjudul Fratenity yang berarti persaudaraan karya Nonthivathn Chandhanaphalin. Pematung yang lahir pada 16 Oktober 1946 ini adalah juga dosen di Sculpture Department, Faculty of Painting Sculpture and Graphic Arts, Silpakorn University, Bangkok, Thailand, menggambarkan keakraban dua orang walupun tidak tahu jenis kelamin dari wujudnya. 

Patung Peace
 Patung dari Indonesia diberi nama Peace yang artinya perdamaian karya Sunaryo yang mewakili Indonesia, berbentuk sosok tubuh manusia yang distorsi sedemikian rupa, sehingga bentuk manusianya hilang. 
Patung The Spirit of Asean
Patung dari Singapura berjudul The Spirit of Asean karya Wee Beng Chong. Seniman dan perupa patung terkenal yang lahir di Singapura pada 22 November 1938 ini adalah penerima pertama the Cultural Medallion pada 1979 yang digagas oleh Ong Teng Cheong, Presiden, dan kemudian Menteri Kebudayaan Singapura., berbentuk seperti tiang yang patah-patah namun tetap merupakan kesatuan.

Patung Peace, Harmon and One-Malaysia
Kemudian patung terakhir dari Malaysia dengan judul Peace, Harmon and One-Malaysia, bentuknya tidak sinkron karena berlatar belakang bentuk patung dari Jepang, sehingga menyerupai bentuk tradisional yaitu origami.
Para pematung bekerja di workshop yang terletak di Taman Ismail Marzuki (TIM), sebuah bangunan seluas lax 25 meter, lengkap dengan peralatannya.Kecuali pematung dari Singapura dan Malaysia, pematung Singapura bekerja langsung di Taman Surapati, karena teknik yang digunakan teknik cetak beton. Pematung Malaysia bekerja langsung di bengkel Manggarai, karena bahan plat baja setebal 1 cm yang digunakan memerlukan mesin-mesin dan. alat-alat besar yang ada di bengkel tersebut.
Itulah sejarah singkat tentang Taman Suropati, semoga kita sebagai para penerus bangsa akan lebih menghargai sejarah dan lebih menyayangi taman yaaa....
Sayangi taman, sayangi alam, maka alam akan menyayangi kitaa :)



By :
Kelompok Taman Suropati
Arganatha Eka Putra
Ari Nugroho
Ayunda Rahdini
Maghvira Kasminingrum
Muhammad Rizky Minardi

Rabu, 26 April 2017

PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN (Analisa Dampak Industri Pabrik Kertas Bagi Lingkungan Sekitar)

TUGAS PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(ANALISA DAMPAK INDUSTRI PABRIK KERTAS BAGI LINGKUNGAN SEKITAR)


Disusun Oleh:


Kelompok                    : Muhammad Rizky Minardi
NPM                             : 37414524
Kelas                            : 3ID01




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017





A.            LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi saat ini telah bertambah maju dengan cepat seiring dengan pertambahan penduduk. Perkembangan teknologi juga dapat membawa dampak risiko yang mengarah kepada keberadaan makhluk hidup yang mengurangi kemampuan alam untuk mendukung kelangsungan hidup manusia dan menimbukan pencemaran. Pencemaran relatif lebih banyak terjadi karena faktor manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Hal ini akan menghasilkan limbah yang akan menggangu lingkungan apabila tidak diolah secara efisien. Salah satu limbah yang industri yang dapat mengganggu lingkungan adalah limbah dari industri pabrik kertas.
Kertas meruapakan suatu produk hasil industri yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Fungsi kertas pun sangat penting dan beragam, seperti untuk tulis menulis, pembungkus makanan atau minuman, tisu, dan masih bnayak lagi. Indonesia menduduki posisi 5 sebagai negara produsen kertas terbesar di dunia. Di satu sisi,  ini sebagai suatu hal yang membanggakan, tetapi kita juga harus melihat dari sisi lainnya bahwa limbah yang dihasilkan oleh pabrik kertas tersebut dapat membuat lingkungan tercemar. Perusahaan kertas merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan karena karakteristik limbahnya yang memiliki nilai BOD/ COD (kebutuhan oksigen dalam menguraikan senyawa biologi dan kimia) yang sangat tinggi.
Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui dan dianalisis dampak apa saja yang dapat ditimbulkan akibat industri kertas yang beroperasi dan pengaruhnya bagi lingkungan sekitar pabrik. Sehingga dapat ditemukan titik temu mengani bagaimana cara pengolahan limbah pabrik kertas tersebut agar tidak dapat merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

B.            PEMBAHASAN
Sebelumnya, kita harus mengethaui apa saja bahan pembuatan pada sebuah kertas. Menurut Rini (2002), kayu sebagai bahan baku dalam industri kertas mengandung beberapa komponen antara lain selulosa, hemiselulosa, lignin, bahan bahan ekstraktif.
Pada proses pembuatan kertas terdapat zat yang berpotensi mencemari lingkungan. Menurut Rini (2002), limbah proses pembuatan kertas yang berpotensi mencemari lingkungan tersebut dibagi menjadi 4 kelompok yaitu limbah cair, partikulat, gas, dan limbah padat.
Adapun dampak dari limbah industri kertas yaitu pencemaran lingkungan  dan kesehatan manusia, dan ini dampak bagi pencemaran lingkungan antara lain :
1.    Membunuh ikan, kerang, dan invertebrata akuatik lainnya.
2. Memasukkan zat kimia karsinogenik dan zat pengganggu aktivitas hormon ke dalam lingkungan.
3.    Menghabiskan jutaan liter air tawar.
4.   Menimbulkan resiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya dari limbah industri yang mencemari lingkungan.
Menurut Green (2005), terdapat beberapa senyawa dalam industri pulp dan kertas yang berpeluang besar bersifat karsinogenik  bagi kesehatan manusia, yaitu asbes, aditif kertas (benzidine-base dyes, formaldehid danepichlorohydrin), debu-debu kayu, hidrazin, styren, minyak mineral, chlorinated phenols, dan dioxin. Senyawa-senyawa tersebut dapat sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat menyebabkan kanker.
Limbah industri terdiri dari limbah gas, cair dan padat. Menurut Sunu (2001), berbagai cara untuk mencegah pencemaran udara antara lain :
1.    Pencemar berbentuk gas (adsorbsi, absorbsi, kondensasi, dan pembakaran).
2.    Pencemar berbentuk partikel (filter, filter basah, elektrostatik, kolektor mekanis).
3.    Program penghijauan.
4.    Pembersihan udara secara elektronik.
5.    Ventilasi udara dan exhaust fan.
Pengolahan limbah cair pada industry kertas tidak dapat diolah sembarangan. Pengolahan  limbah cair pada dasarnya dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :
1.    Pengolahan primer
Proses membuang bahan – bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
2.    Pengolahan sekunder
a.    Penyaring trikle
Menggunakan lapisan batu dan kerikil dimana limbah cair dialirkan melalui lapisan ini secara lambat.
b.   Lumpur aktif
Memasukkan udara dan lumpur yang mengandung bakteri ke dalam tangki sehingga dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh bakteri yang terdapat di dalam lumpur aktif.
3.    Pengolahan tersier
Proses untuk menghilangkan komponen organik dan anorganik terlarut.
Terdapat 2 metode pembuangan lumpur organik dalam industri kertas yaitu dengan cara metode pembakaran dan metode fermentasi metan atau metode pembusukan.

C.            KESIMPULAN
Limbah-limbah yang dihasilkan oleh perusahaan kertas termasuk sangat berbahaya bagi kesehatan. Pihak perusahaan pun sebenarnya sudah melalukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku. Tetapi ada juga sebagian perusahaan yang tidak melakukannya dengan benar. Disini peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi perusahaan-perushaan yang bandel akan pengolahan limbah. Sanksi yang tegas harus dikeluarkan apabila terdapat perusahaan kertas yang tidak mengolah limbahnya dengan benar. Masyarakat pun juga harus aktif melaporkan pada dinas terkait apabila menemukan aktivitas pengolahan limbah pabrik yang dilakukan menyalahi aturan dan prosedur yang berlaku, karena hal tersebut dapat merugikan masyarakat itu sendiri, terutama masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan pabrik.

D.            DAFTAR PUSTAKA
Green, W, Lawrence. 2005. Health Education Planing: A Diagnostik Approach. The Johns Hapkins University: Mayfield Publishing Company.
Rini, Daru S. 2002. Minimasi Limbah dalam Industry Pulp dan Paper. Lembaga Kajian Ekologi dan konservasi Lahan Basah. Diakses dari http://terranet.com
Scott, G.M., Abubakr, S., Smith, A., 1995. Sludge Characteristics and Disposal Alternatives for the Pulp and Paper Industry. Proceedings of the 1995 International Environmental Conference. Atlanta, 7-10 May 1995. TAPPI: 169-279.
Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta: PT. Grasindo.
http://nada-ilmu-23.blogspot.co.id/2013/01/limbah-industri-kertas.html
https://ikma10fkmua.files.wordpress.com/2012/03/10-biobriket.pdf

E.            LAMPIRAN
Tabel 1. Limbah Padat Industri Pulp & Kertas (Scott, 1995)


Rabu, 11 Januari 2017

REVIEW JURNAL : Designing Food Products Based On Carrots Using The Product Design Phase of Quality Function Deployment

REVIEW JURNAL


Judul             : Designing Food Products Based On Carrots Using The Product Design Phase of Quality Function Deployment

Jurnal            : ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences

Vol. & Hal.     : Vol. 11, No. 5, Maret 2016

Tahun            : 2016

Penulis          : Yurida Ekawati & Muhamad Bazarado

Reviewer       : Muhammad Rizky Minardi

Tanggal         : 9 Januari 2016

1.  Abstraksi
Wortel adalah sayuran yang bergizi dan menyehatkan, tetapi dalam penjualannya wortel tidak terlalu menguntungkan apabila dijual sebagai sayuran utuh. Untuk meningkatkan penjualan dari wortel itu sendiri, maka peneliti berencana untuk mengembangkan produk olahan makanan atau minuman yang brebahan dasar wortel, dalam penelitian ini diambilah produk manisan wortel dan sirup wortel sebagai produk yang akan dikembangkan oleh tim pengembang. Dalam pembuatannya, peneliti menggunakan metode Quality Function Deployment untuk menjermahakan keinginan pelanggan dalam pengembangan produk olahan wortel dan juga pengemasan dari produk olahan wortel tersebut.

2.  Latar Belakang
Quality Function Deployment (QFD) adalah metode yang dipakai untuk menjermahkan kebutuhan pelanggan untuk dikembangkan selanjutnya. OFD telah diimplementasikan dalam berbagai perusahaan di dunia sejak tahun 1966. Terdapat empat langkah dalam menyelesaikan sebuah proses QFD yang dimana setiap langkahnya dibangun dalam sebuah matriks. QFD itu sendiri dapat digabungkan dengan metode-metode yang lain, seperti logika fuzzy, Taguchi, dan analisis faktor lainnya yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Dalam hal ini, QFD berguna untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan mengenai produk olahan wortel yang dinginkan, dalam penelitian ini produk olahan wortel yang dimaksud adalah manisan wortel dan juga sirup wortel. Hasil akhirnya dalah untuk mengetahui karakteristik teknis apa yang akan diprioritaskan oleh tim pengembang dalam produk olahan wortel yang berupa manisan wortel dan juga sirup wortel.

3.  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah hasil akhir dari suatu penelitian yang dapat menjadi sebuah solusi permasalahan yang mungkin berguna bagi orang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain atau merancang suatu produk makanan yang berbahan dasar wortel yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

4.  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menentukan terlebih dahulu kebutuhan pelanggan mengenai produk olahan wortel, lalu diberikan bobot kepentingannya terhadap kebutuhan pelanggan tersebut. Langkah selanjutnya yaitu menentukan karakteristik teknis mengenai produk olahan wortel tersebut, lalu karakteristik teknik tersebut diberikan arah perbaikan untuk pengembangan selanjutnya. Terakhir adalah menentukan bobot kepentingan relatif antara kebutuhan pelanggan dan juga karakteriktis teknis yang kemudian akan dijumlahkan dan jumlah nilai yang paling tinggi yang akan menjadi prioritas untuk pengembangan produk olahan wortel selanjutnya.

5.  Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penenlitian yang dilakukan oleh tim pengembang dengan menggunakan QFD didapatkan hasil yaitu waktu dan temperatur pembuatan manisan wortel sebagai prioritas dari pengembangan manisan wortel tersebut, dan juga jenis bahan aditif dan jumlah banyaknya bahan aditif yang ditambahkan kedalam sirup wortel tersebut yang akan menjadi prioritas dari pengembangan sirup wortel tersebut. Untuk pengemasan terhadap manisan wortel dan sirup wortel itu sendiri berdasarkan QFD makan labelling dari produk olahan tersebut yang akan menjadi prioritas utama dalam pengembangannya.

6.  Kekuatan Penelitian
Kekuatan dari penelitian ini adalah didapatkannya tujuan dari penelitian ini secara jelas, yaitu berupa prioritas yang akan dikembangkan oleh tim pengembang dalam pembuatan produk olahan wortel.

7.  Kelemahan Penelitian
  Kelemahan dari penelitian ini adalah peneliti tidak menjelaskan mengenai darimana didapatkannya kebutuhan konsumen yang menjadi modal penting dalam penelitian ini.


Berikut adalah lampiran jurnal yang telah di-review :

Berikut adalah review jurnal dalam bentuk PowerPoint :
PowerPoint Review Jurnal

Berikut adalah review jurnal dalam bentuk PDF :

Minggu, 01 Januari 2017

REVIEW JURNAL: A Step-by-Step Guide to Using Secondary Data for Psychological Research

REVIEW JURNAL

A Step-by-Step Guide to Using Secondary Data for Psychological Research
(Panduan Langkah-Langkah Menggunakan Data Sekunder untuk Penelitian Psikologis)


Data sekunder dapat menyediakan sumber daya metodologis yang unik dimana berguna untuk menguji masalah-masalah psikologis. Pencarian mengenai data sekunder sering dilakukan bersamaan dengan metode lain, seperti penelitian eksperimental dan klinis, dengan tujuan untuk memberikan pengujian yang sempurna teerhadap sebuah gagasan atau fenomena psikologis. Data sekunder bisa sangat berguna untuk peneliti di segala jenjang karir, termasuk mahasiswa pascasarjana dalam mencari data untuk topik thesisnya, mahasiswa baru yang mencari data tambahan untuk digunakan dalam program penelitian mereka, atau peneliti senior yang mencari data untuk mendapatkan dana hibah untuk penelitiannya.

Menggunakan data sekunder juga memperkenalkan pandangan multi disiplin kedalam penelitian psikologis, yang mana itu akan sangat membantu untuk menghindari risiko dalam segala spesialisasi. Bekerja menggunakan data sekunder juga dapat menyediakan kesempatan untuk menguji berbagai macam fenomena psikologis dan kesehatan yang ada di negara lainnya. Menggunakan data sekunder dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk merancang kuisioner, mengumpulkan data, dan memelihara sekumpulan data kompleks yang besar.

Kerugian dalam memanfaatkan data sekunder yaitu meliputi ketidakmampuan untuk memilih pertanyaan atau pengukuran tertentu, serta kurangnya kontrol atas waktu yang tepat dari pengumpulan data. Meskipun demikian, data sekunder menawarkan keuntungan berharga yang harus dipertimbangkan. Dibawah ini merupakan panduan langkah-langkah menggunakan data sekunder dalam suatu program penelitian.
1. Langkah pertama: Mengidentifikasi data sekunder yang sesuai dengan kebutuhan suatu penelitian
a.   Mencari dataset sekunder
Langkah pertama dalam menggunakan data sekunder adalah mencari tipe data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan sebuah penelitian dan merencanakan penyusunan data file pribadi. Ini penting karena untuk mengidentifikasi tujuan utama penelitian karena materi yang ada dalam tipe data yang dicari akan menggambarkan tipe data yang dibutuhkan
b.   Menentukan target populasi
Ini penting untuk mempertimbangkan populasi target yang diinginkan ketika memilih data sekunder. Hal ini juga penting untuk mengidentifikasi “unit analisis” yang tepat dari target populasi untuk menjawab pertanyaan penelitin terbaik
c.    Menentukan lokasi temporal data
Penggunaan data sekunder dapat sangat bermanfaat jika ada yang tertarik dalam studi terhadap suatu peristiwa sejarah yang terjadi selama waktu tertentu
d.   Mendapatkan data dan mengelompokkannya
Hal ini berguna untuk mengidentifikasi data sekunder yang dipublikasikan oleh peneliti lain yang telah diterbitkan dan akrab dengan seluk-beluk menggunakan dataset tersebut.
2.   Langkah kedua: Membuat dataset pribadi
a.   Membuat organisasi proyek
Untuk melacak jumlah informasi yang luas yang dibutuhkan ketika menggunakan data sekunder, sebaiknya buatlah skema organisasi dari awal proyek.
b.   Membuat variabel ekstraksi
Cara yang baik untuk belajar tentang luasnya variabel yang tersedia dalam data sekunder adalah dengan mempelajari jurnal dari orang lain yang telah menggunakan data sekunder, dan hati-hati untuk membaca dokumentasi data yang termasuk panduan pengguna dan kuisioner asli yang digunakan untuk mengumpulkan data. Banyak sekali program untuk mengekstraksi data untuk perangkat lunak statsitik tertentu untuk mengakses data ynag baru dibuat dan menetapkan nilai-nilai yang hilang kedalam suatu variabel. Ini juga mungkin diperlukan untuk mengambil data dari gudang data sekunder dalam sebuah proyek untuk dibahas lagi dalam sebuah penelitian.
c.    Membuat buku yang memuat kode-kode variabel
Dengan struktur yang terorganisir dimana untuk merekam kemajuan pnelitian dan file data yang berisi varibel yang menarik, pendokumentasian variabel dalam sebuah dataset sekunder pribadi seseorang dapat dimulai. Setiap file data harus benar-benar didokumentasikan dengan memasukkan nama dataset, tanggal dibuat, daftar semua variabel dan kodel nilai hilang untuk masing-masing variabel yang jelas, dengan disimpannya kode-kode variabel tersebut membantu tim peneliti menghindari pemalsuan data dan memastikan bahwa orang lain tidak dapat menirunya
d.   Membuat struktur data sekunder
Beberapa file dapat digabungkan dengan menggunakan program software statistik, dan jika dataset tersebut disimpan dalam perangkat lunak yang berbeda-beda, file-file ini dapat diterjemahkan ke dalam perangkat lunak yang dinginkan dengan menggunakan program transfer statistic atau dengan mengambil keuntungan dari kemampuan sebagian besar program perangkat lunak statistik untuk membaca dan menulis file dalam format lain. Setelah data dalam program perangkat lunak sama, mungkin perlu untuk mempertahankan dataset tersebut untuk analisis tertentu. Sebagian besar program perangkat lunak statistik yang umum digunakan memiliki kemampuan untuk merestrukturisasi atau membentuk kembali sebuah dataset.
e.    Mengatur dataset yang besar
Dengan data sekunder yang besar dan kompleks, beberapa dataset kemungkinala adalah hasil dari penggabungan variabel yang sesuai untuk pertanyaan penelitian yang berbeda. Cara yang efisien untuk mengelola dateset ini adalah untuk membuat folder elektronik yang mewakili kategori dataset dan menempatkan setiap dataset yang relevan daam folder tersebut. Ini dimungkinkan untuk memeriksa kesalahan dalam proses coding dataset.
3.   Langkah ketiga: Membuat variabel-variabel kebutuhan
a.   Membuat variabel gabungan
Sebuah “index” dapat dibuat untuk mewakili konstruk yang menarik melalui menghitung berebrapa karakteristik atau dengan pembuatan variabel yang didasarkan pada data yang tersedia.
b.   Membuat variabel perwakilan
Variabel gabungan menunjukkan bagaimana penelitian psikologis dapat diperkaya dengan menjelajahi disiplin lintas konseptual seperti dukungan sosial.
4.   Langkah keempat: Pertimbangan statistik
a.   Missing data
Dataset sekunder, terutama dalam studi longitudinal, sering memiliki data yang hilang (missing data). Repositori data sekunder harus memiliki informasi tenatng jumlah dan lokasi dari data yang hilang di dataset. Meskipun ini adalah masalah yang tidak dapat dihindari, banyak program perangkat lunak statistic yang umum digunakan menawarkan berbagai pilihan untuk menangani data yang hilang.
b.   Memasukkan data
Prosedur untuk “imputing” nilai yang hilang nilai data telah dikembangkan yang menggunakan informasi dari data yang diamati untuk membuat titik data yang digunakan untuk mengisi nilai-nilai yang hilang.
c.    Pembobotan survei
    Karena data struktural sering berasal dari survei dengan desain sampling yang kompleks, ‘bobot’ sering dibuat tersedia untuk pengguna dari dataset. Variabel menyimpan nilai-nilai bobot untuk kasus-kasus dalam dataset harus diidentifikasi dan di-download bersama dengan variabel lainnya yang dibutuhkan untuk proyek penelitian. Program perangkat lunak statistik memungkinkan penggunaan berbagai bobot yang berbeda saat melakukan analisis deskriptif dan analisis regresi. Bila menggunakan jenis data sekunder, sangat penting untuk menjadi lebih tahu dengan jenis bobot yang tersedia dan bagaimana penggunaannya. Pembobitan dengan peneliti menggunakan kumpulan data sekunder juga bisa sangat produktif. Statistik adalah sumber daya lain yang sangat baik untuk bantuan dengan masalah pembobotan.



Berikut adalah lampiran jurnal yang telah di-review: