Rabu, 19 November 2014

IBD - Bab 4 (Manusia dan Cinta Kasih)

BAB 4
MANUSIA dan CINTA KASIH

A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu, cinta kasih dapat siartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Berbagai bentuk cinta kasih basa kita dapatkan dalam kiytab suci Al-Quran :
1.      Cinta diri
2.      Cinta kepada sesama manusia
3.      Cinta seksual
4.      Cinta kebapakan
5.      Cinta kepada Allah
6.      Cinta kepada Rasul

C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih saying menurut kamus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Otang tua dalam memberikan kasih sayangya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberin cinta kasih ini dapat dibedakan :
1.      Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
2.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
3.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
4.      Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif

D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih saying yang mendalam.
Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan merupakan perwujudan dari cinta.

E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yangs ebenarnya. Apa sebab itu terjadi asalah karena Tuhan mencipta alam semesta. Kecintaan manusia terhadapt Tuhannya itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan atau sholat. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya, hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.


F.  BELAS KASIHAN
Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak.

G.   CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lautan. Pada hakekatnya, cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya, dan menerima pribadi oarng lain (wanita ataupun pria) dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya.


  • Contoh Kasus / Artikel :

Biker's Charity and Harmony Salurkan Bantuan untuk Anak-anak Panti Asuhan


BERTEMPAT di Water Blaster Semarang, Minggu (6/1), sejumlah club dan komunitas penggemar otomotif berkumpul dalam acara amal bertajuk Biker's Charity and Harmony.

Acara itu sendiri dihadiri sejumlah anggota club otomotif di Semarang, seperti dari IMBI, HDCI, Singotoro, MACI, Biker Boyz, HDPW, dan beberapa klub otomotif lainnya.

Menurut Mario Saputra selaku ketua kegiatan amal, acara tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus berbagi kasih kepada para anak-anak panti asuhan yang memang sengaja diundang di acara tersebut.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami para biker Semarang untuk memberi dan berbagi kepada para anak-anak panti asuhan. Ke depannya, selain akan membuat rutin acara charity seperti ini, kami juga tengah berupaya mendirikan yayasan sosial yang bertujuan membantu wargamasyarakat kurang mampu," ungkap Mario.


Terpisah Vice Presiden HOG Jateng John Richard menambahkan, para biker se-Semarang selain menggelar acara-acara amal dan sosial, juga tengah merencanakan satu acara otomotif akbar yang akan digelar saat hari jadi Kota Semarang.

            "Nanti bulan Mei mendatang kita mau bikin acara otomotif yang melibatkan sekitar 1.000-an motor dan dicatatkan ke Muri. Nama acaranya Tugu Muda Bike Week dan terselenggara bertepatan dengan hari jadi Kota Semarang," Tukas John.

            Di akhir acara kemarin, turut digelar penyerahan bantuan yang dilakukan oleh masing-masing perwakilan club otomotif kepada tujuh panti asuhan. Seperti Panti Asuhan Gatot Subroto, Tanah Putih, Elroy, Bahtera Kasih, SOS Desa Taruna, Christhopherus, dan Sinar Kasih.


Referensi  Contoh:
http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2013/01/bikers-charity-and-harmony-salurkan.html


IBD - Bab 3 (Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan)

BAB 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR dalam KESUSASTRAAN

A.             PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Ilmu Budaya Dasar, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari Bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan Bahasa. Sementara itu, Bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, amnesia mempergunakan Bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian meahirkan ilmu penegtahuan, manusia mempergunakan Bahasa. Dalam usahanya untuk mengatuh hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu social, amnesia mempergunakan Bahasa. Dengan demikian, amnesia dan Bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan Bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahgiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Sastra juga didukung oleh cerita. Denagn cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Cabang-cabang seni yang lain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasannya. Dalam music misalnya, kata-kata penciptanya tertelan oleh melodinya.

B.             ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Dalam kesustraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
·         Prosa lama meliputi
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
·         Prosa baru meliputi
1.      Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

C.             NILAI-NILAI DALAM PROSA FRIKSI
Nilai-nilai yang diproleh pembaca lewat karya sastra (prosa fiksi) antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan warisan kultural
4.      Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan

D.             ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual

3.      Puisi dan keinsyafan sosial


Contoh Artikel / Kasus :

Persembahan Teater Koma, sang ibu yang "Brani"


Jakarta (ANTARA News) - Suatu hari di sebuah negeri,  seorang ibu bernama Ibu Brani (Sari Madjid) dengan lantang menghadapi Juru Rekrut dan Sersan Resimen Matahari Hitam.

Negerinya sedang dilanda perang antara Resimen Matahari Hitam dan Resimen Matahari Putih. Ibu Brani, tanpa rasa takut sedikit pun, menolak menunjukkan surat-surat saat melewati penjagaan tentara Resimen Matahari Hitam.

"Mungkin aku dipanggil 'Brani' karena takut bangkrut," kata Ibu Brani yang sebenanya memiliki nama bernama Anna Pirling itu.

Ibu Brani berkeliling dengan gerobaknya menjajakan dagangan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan perang. Gerobak "Kantin Ibu Brani" berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ditemani ketiga anaknya, Elip, Fejos, dan Katrin, Ibu Brani menembus kehancuran akibat perang yang ada di sekitarnya. Ia tidak peduli lagi, selama mereka masih bisa meraih keuntungan.

Ibu Brani sangat ulet menawarkan daganannya. Saat  Domba si Koki (Supartono JW) mengeluh burung yang dijualnya terlalu mahal, Ibu Brani melihat peluang kedatangan Jendral Hitam (Budi G. Suryadi) yang meminta segera hidangan jamuan makan, sehingga mau tak mau Koki pun membeli dagangannya.

Kehidupan mereka berubah saat Elip (Rangga Riantiarno) yang berbadan besar terpikat menjadi tentara. Fejos (M. Bagya) yang lugu pun direkrut sebagai Juru Bayar Resimen Matahari Hitam.

Katrin (Ina Kaka) yang bisu kini yang menemani Ibu Brani berjualan di tengah perang. Ibu Brani bertekad tidak akan mengizinkan Katrin menikah dengan tentara.

"Kalau mereka lihat muka mulus, pelacur di dunia akan bertambah satu," kata Ibu Brani sewaktu mengotori wajah Katrin agar tentara tidak terpikat.

Ibu Brani tidak ingin putrinya itu bernasib seperti Ipit Poter (Daisy Lantang) si pelacur.

Niat meraup untung dari perang tidak berjalan mulus. Ibu Brani dan gerobaknya tertatih, meraih ambisi atau menjadi korban perang.

Perang
Lakon berjudul "Ibu" ini merupakan saduran Teater Koma dari drama berjudul "Mutter Courage und ihre Kinder" karya sastrawan Jerman, Bertolt Brecht.

Sutradara Nano Riantiarno melihat tema manusia yang diusung dalam lakon ini dapat saja terjadi di mana-mana, meski aslinya berlatar Eropa pada tahun 1600an.

Seperti yang disampaikan tokoh Sersan Matahari Hitam (Alex Fatahillah), perang berguna untuk mengatasi dekadensi yang terjadi akibat masa damai. Masa damai, menurut sang Sersan, bila berlangsung terlalu lama bisa membuat "sakit jiwa".

"Tidak ada pemerintahan tanpa peperangan. Manipulasi berwujud apapun itu namanya perang. Jangan sampai stop perang. Rugi. Kalau perlu, bikin perkara supaya perang tambah semarak," kata sang Sersan dalam pertunjukan yang diadakan Kamis (31/10) malam di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Apa yg terjadi di "Ibu" adalah sesuatu yang terjadi di sini. Bicara menguasai daerah lain pasti ada hubunganya dengan kekuasaan, politik, ekonomi," kata Nano saat menggelar jumpa pers beberapa waktu lalu.

Perang menjadi kehidupan sehari-hari Ibu Brani. Ia tidak peduli harus memihak kepada siapa, kelompok Hitam ataupun Putih. Peluang meraup keuntungan dimanfaatkannya sebisa mungkin.

"Aku tidak punya beban untuk bilang aku memihak pemenang," kata Ibu Brani.

"Menang atau kalah tetap butuh sesuatu yang mahal untuk kaum lemah seperti kita.”

Ketidakberpihakan Ibu Brani ditunjukkan dengan bendera yang dipasangnya di gerobak. Ketika berada di wilayah Matahari Hitam, bendera itu lah yang ia kibarkan. Saat Matahari Putih datang menggempur tentara Hitam, ia pun segera mengganti benderanya.

Ibu Brani juga turut menyoroti keadaan di sekitarnya saat itu, korupsi.

"Korupsi dalam manusia adalah sama dengan kasih sayang Tuhan. Dan korupsi itulah satu-satunya harapan kita sekarang. Selama kita punya harapan, akan selalu ada hukuman yang ringan," katanya dengan lantang.

"Ibu" merupakan karya Teater Koma yang ke-131. Ibu dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, TIM, Cikini, pada tanggal 1 hingga 17 November pukul 19.30. Tiket dijual seharga Rp 75.000 - Rp 300.000.


Referensi Contoh:
http://www.antaranews.com/berita/403159/persembahan-teater-koma-sang-ibu-yang-brani

IBD - Bab 2 (Manusia dan Kebudayaan)

BAB 2
MANUSIA dan KEBUDAYAAN

A. MANUSIA
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu social, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economius (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1)      Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
a.       Jasad
b.      Hayat
c.       Ruh
d.      Nafsu
2)      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.       Id
b.      Ego
c.       Superego


B. HAKEKAT MANUSIA
a.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
c.       Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
d.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Anthropologist, jilid 73 tahun 1971, halamn 23-24.
Berikut ini dipaparkan bagan mengani psiko-sosiagram manusia sebagaimana diuraikan di atas menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mantalitas dan pembangunan, halaman 128.



D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata Bahasa sanskerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam Bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya:, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”.
Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai beikut : “Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaa-kebiasaan yang diciptakan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan, bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
C.A.Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber dan Kluckhon mendefinisikan kebudayaan; kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menysun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

E. UNSUR – UNSUR KRBUDAYAAN
Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan. Dikatakannya bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakn bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
C.Kluckhon di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
            1. Sistem religi (sistem kepercayaan)
            2. Sistem organisasi kemasyarakatan
            3. Sistem pengetahuan
            4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
            5. Sistem teknologi dan peralatan
            6. Bahasa
            7. Kesenian

F.  WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda

G.   ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.      Hakekat hisup manusia
2.      Hakekat karya manusia
3.      Hakekat waktu manusia
4.      Hakekat alam manusia
5.      Hakekat hubungan manusia

H.   PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagi hubungan dengan masyarakat lainnya.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.      Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2.      Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat
Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah:
1)      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
2)      Unsur-unsur kebudayaan asing mankah yang sulit diterima
3)      Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
4)      Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut

1.      Pada umunya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
·         Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya
·         Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar
·         Unsur –unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsut tersebut
2.      Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :
·         Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain
·         Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi
3.      Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya, generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru
4.      Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1.      Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
2.      Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku
3.      Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
4.      Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut
5.      Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan

I.     KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan manusia antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang mebuatnya
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1.      Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya
2.      Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
3.      Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia

Apabia manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dalam terjemahan M.Sastrapratedja, 1991; hal : xv)

  • Contoh Artikel / Kasus :

Tedhak Siten, Salah Satu Adat Jawa yang Semakin Pudar

Tedhak siten, merupakan salah satu budaya masyarakat Jawa untuk balita yang berusia antara tujuh atau delapan bulan. Atau pertama kalinya kaki si anak menyentuh tanah. Tedhak artinya turun dan siten berasal dari kata siti yang berarti tanah. Jadi tedhak siten adalah rangkaian upacara turun tanah yang bertujuan agar si anak tumbuh menjadi anak yang mandiri dan mampu menghadapi setiap godaan atau rintangan dalam hidupnya. Selain itu upacara tedhak siten juga mempunyai makna kedekatan anak dengan ibu. Ibu disini maksudnya adalah ibu pertiwi atau tanah kelahiran.

Ritual tedhak siten menggambarkan persiapan seorang anak dari kecil sampai dewasa untuk menjalani setiap fase kehidupan dengan baik dan benar sehingga diharapkan sukses di masa depannya. Sedangkan bagi para leluhur, ritual adat ini merupakan wujud penghormatan bagi bumi sebagai tempat bagi si kecil yang mulai belajar berjalan dengan diiringi do’a- do’a baik dari orang tua maupun sesepuh.

Adapun urutan jalannya upacara tedhak siten sebagai berikut :

1. Upacara tedhak siten biasanya diadakan pada pagi hari. Ketika semua tamu yang biasanya hanya terdiri dari keluarga dekat sudah hadir, dengan dituntun sang ibu anak berjalan maju dengan menginjak bubur yang terbuat dari beras ketan dengan tujuh warna. Yaitu warna merah, putih, kuning, hijau, biru, ungu dan orange. Warna- warni beras ketan tersebut menggambarkan warna-warni kehidupan. Sedangankan angka tujuh dalam bahasa Jawa artinya pitu. Mengandung makna pitulungan atau pertolongan. Pada saat si anak berjalan melewati warna demi warna dari beras ketan tersebut, diharapkan si anak mampu melewati tahapan demi tahapan dalam kehidupannya dengan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa tentunya.

2. Selanjutnya si anak dituntun menaiki tangga yang terbuat dari tebu. Tebu disini merupakan singkatan dari antebing kalbu, atau mantapnya hati. Sehingga diharapkan anak mempunyai kemantapan hati dalam menjalani kehidupan. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai tua.

3. Setelah turun dari anak tangga, si anak dituntun berjalan menuju onggokan pasir yang sudah disediakan. Di situ si anak ceker-ceker atau mengais pasir dengan kakinya. Hal itu mengandung makna jika sudah waktunya/dewasa, dia pandai mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.



4. Si anak kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang sudah dihias sedemikian rupa. Di dalam kurungan tersebut terdapat beberapa benda. Misalnya: bohlam, buku, HP, raket, bola dsb. Si anak dibiarkan memilih benda-benda tersebut. Misalnya dia memilih bohlam, nantinya dia akan menjadi anak yang pandai dan menjadi penerang di lingkungan sekitarnya. Sedangkan kurungan merupakan lambang dari dunia. Artinya si anak sudah mulai memasuki dunia nyata dalam kehidupannya.

5. Tahapan selanjutnya bapak atau kakek (jika masih ada) menyebar udik-udik. Udik-udik adalah uang logam yang sudah dicampur dengan berbagai macam bunga. Hal ini mengandung makna, kelak si anak mempunyai sifat dermawan, gemar ber-shodaqoh sehingga rejekinya lancar.

6. Pada tahap ini si anak dibasuh atau dimandikan dengan kembang setaman (bunga setaman), dengan tujuan nantinya si anak mempunyai nama yang harum dan mampu membawa nama baik keluarga, agama dan berguna bagi masyakarat.

7. Terakhir, si anak didandani dengan pakaian yang bagus dan bersih. Hal ini mengandung makna supaya mempunyai jalan kehidupan yang bagus dan mampu membanggakan keluarga.
Ritual tedhak siten sarat makna dan nilai filosifis. Dengan menjalani kehidupan yang baik dan menjaga keseimbangan alam, maka akan timbul kehidupan yang nyaman dan damai. Karena bumi dan tanah sudah memberi banyak hal dalam kehidupan manusia. Pada saat inilah terbuka kesempatan kita untuk berbuat sebaik-baiknya. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Sehingga pada saat buku kehidupan kita selesai, kita dapat diri sebagai pribadi yang berkenan kepada-Nya.

Hanya saja, seiring perkembangan jaman ritual tedhak siten semakin sulit dan jarang dijumpai pada masyarakat Jawa pada khusunya. Entah karena kesibukan, dianggap kuno, buang-buang waktu dan uang ataupun lainnya. Sayang…


Referensi Contoh :
http://sosbud.kompasiana.com/2014/01/02/tedhak-siten-salah-satu-adat-jawa-yang-semakin-pudar-623491.html