Rabu, 26 April 2017

PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN (Analisa Dampak Industri Pabrik Kertas Bagi Lingkungan Sekitar)

TUGAS PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(ANALISA DAMPAK INDUSTRI PABRIK KERTAS BAGI LINGKUNGAN SEKITAR)


Disusun Oleh:


Kelompok                    : Muhammad Rizky Minardi
NPM                             : 37414524
Kelas                            : 3ID01




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017





A.            LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi saat ini telah bertambah maju dengan cepat seiring dengan pertambahan penduduk. Perkembangan teknologi juga dapat membawa dampak risiko yang mengarah kepada keberadaan makhluk hidup yang mengurangi kemampuan alam untuk mendukung kelangsungan hidup manusia dan menimbukan pencemaran. Pencemaran relatif lebih banyak terjadi karena faktor manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Hal ini akan menghasilkan limbah yang akan menggangu lingkungan apabila tidak diolah secara efisien. Salah satu limbah yang industri yang dapat mengganggu lingkungan adalah limbah dari industri pabrik kertas.
Kertas meruapakan suatu produk hasil industri yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Fungsi kertas pun sangat penting dan beragam, seperti untuk tulis menulis, pembungkus makanan atau minuman, tisu, dan masih bnayak lagi. Indonesia menduduki posisi 5 sebagai negara produsen kertas terbesar di dunia. Di satu sisi,  ini sebagai suatu hal yang membanggakan, tetapi kita juga harus melihat dari sisi lainnya bahwa limbah yang dihasilkan oleh pabrik kertas tersebut dapat membuat lingkungan tercemar. Perusahaan kertas merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan karena karakteristik limbahnya yang memiliki nilai BOD/ COD (kebutuhan oksigen dalam menguraikan senyawa biologi dan kimia) yang sangat tinggi.
Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui dan dianalisis dampak apa saja yang dapat ditimbulkan akibat industri kertas yang beroperasi dan pengaruhnya bagi lingkungan sekitar pabrik. Sehingga dapat ditemukan titik temu mengani bagaimana cara pengolahan limbah pabrik kertas tersebut agar tidak dapat merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

B.            PEMBAHASAN
Sebelumnya, kita harus mengethaui apa saja bahan pembuatan pada sebuah kertas. Menurut Rini (2002), kayu sebagai bahan baku dalam industri kertas mengandung beberapa komponen antara lain selulosa, hemiselulosa, lignin, bahan bahan ekstraktif.
Pada proses pembuatan kertas terdapat zat yang berpotensi mencemari lingkungan. Menurut Rini (2002), limbah proses pembuatan kertas yang berpotensi mencemari lingkungan tersebut dibagi menjadi 4 kelompok yaitu limbah cair, partikulat, gas, dan limbah padat.
Adapun dampak dari limbah industri kertas yaitu pencemaran lingkungan  dan kesehatan manusia, dan ini dampak bagi pencemaran lingkungan antara lain :
1.    Membunuh ikan, kerang, dan invertebrata akuatik lainnya.
2. Memasukkan zat kimia karsinogenik dan zat pengganggu aktivitas hormon ke dalam lingkungan.
3.    Menghabiskan jutaan liter air tawar.
4.   Menimbulkan resiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya dari limbah industri yang mencemari lingkungan.
Menurut Green (2005), terdapat beberapa senyawa dalam industri pulp dan kertas yang berpeluang besar bersifat karsinogenik  bagi kesehatan manusia, yaitu asbes, aditif kertas (benzidine-base dyes, formaldehid danepichlorohydrin), debu-debu kayu, hidrazin, styren, minyak mineral, chlorinated phenols, dan dioxin. Senyawa-senyawa tersebut dapat sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat menyebabkan kanker.
Limbah industri terdiri dari limbah gas, cair dan padat. Menurut Sunu (2001), berbagai cara untuk mencegah pencemaran udara antara lain :
1.    Pencemar berbentuk gas (adsorbsi, absorbsi, kondensasi, dan pembakaran).
2.    Pencemar berbentuk partikel (filter, filter basah, elektrostatik, kolektor mekanis).
3.    Program penghijauan.
4.    Pembersihan udara secara elektronik.
5.    Ventilasi udara dan exhaust fan.
Pengolahan limbah cair pada industry kertas tidak dapat diolah sembarangan. Pengolahan  limbah cair pada dasarnya dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :
1.    Pengolahan primer
Proses membuang bahan – bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
2.    Pengolahan sekunder
a.    Penyaring trikle
Menggunakan lapisan batu dan kerikil dimana limbah cair dialirkan melalui lapisan ini secara lambat.
b.   Lumpur aktif
Memasukkan udara dan lumpur yang mengandung bakteri ke dalam tangki sehingga dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh bakteri yang terdapat di dalam lumpur aktif.
3.    Pengolahan tersier
Proses untuk menghilangkan komponen organik dan anorganik terlarut.
Terdapat 2 metode pembuangan lumpur organik dalam industri kertas yaitu dengan cara metode pembakaran dan metode fermentasi metan atau metode pembusukan.

C.            KESIMPULAN
Limbah-limbah yang dihasilkan oleh perusahaan kertas termasuk sangat berbahaya bagi kesehatan. Pihak perusahaan pun sebenarnya sudah melalukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku. Tetapi ada juga sebagian perusahaan yang tidak melakukannya dengan benar. Disini peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi perusahaan-perushaan yang bandel akan pengolahan limbah. Sanksi yang tegas harus dikeluarkan apabila terdapat perusahaan kertas yang tidak mengolah limbahnya dengan benar. Masyarakat pun juga harus aktif melaporkan pada dinas terkait apabila menemukan aktivitas pengolahan limbah pabrik yang dilakukan menyalahi aturan dan prosedur yang berlaku, karena hal tersebut dapat merugikan masyarakat itu sendiri, terutama masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan pabrik.

D.            DAFTAR PUSTAKA
Green, W, Lawrence. 2005. Health Education Planing: A Diagnostik Approach. The Johns Hapkins University: Mayfield Publishing Company.
Rini, Daru S. 2002. Minimasi Limbah dalam Industry Pulp dan Paper. Lembaga Kajian Ekologi dan konservasi Lahan Basah. Diakses dari http://terranet.com
Scott, G.M., Abubakr, S., Smith, A., 1995. Sludge Characteristics and Disposal Alternatives for the Pulp and Paper Industry. Proceedings of the 1995 International Environmental Conference. Atlanta, 7-10 May 1995. TAPPI: 169-279.
Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta: PT. Grasindo.
http://nada-ilmu-23.blogspot.co.id/2013/01/limbah-industri-kertas.html
https://ikma10fkmua.files.wordpress.com/2012/03/10-biobriket.pdf

E.            LAMPIRAN
Tabel 1. Limbah Padat Industri Pulp & Kertas (Scott, 1995)


Rabu, 11 Januari 2017

REVIEW JURNAL : Designing Food Products Based On Carrots Using The Product Design Phase of Quality Function Deployment

REVIEW JURNAL


Judul             : Designing Food Products Based On Carrots Using The Product Design Phase of Quality Function Deployment

Jurnal            : ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences

Vol. & Hal.     : Vol. 11, No. 5, Maret 2016

Tahun            : 2016

Penulis          : Yurida Ekawati & Muhamad Bazarado

Reviewer       : Muhammad Rizky Minardi

Tanggal         : 9 Januari 2016

1.  Abstraksi
Wortel adalah sayuran yang bergizi dan menyehatkan, tetapi dalam penjualannya wortel tidak terlalu menguntungkan apabila dijual sebagai sayuran utuh. Untuk meningkatkan penjualan dari wortel itu sendiri, maka peneliti berencana untuk mengembangkan produk olahan makanan atau minuman yang brebahan dasar wortel, dalam penelitian ini diambilah produk manisan wortel dan sirup wortel sebagai produk yang akan dikembangkan oleh tim pengembang. Dalam pembuatannya, peneliti menggunakan metode Quality Function Deployment untuk menjermahakan keinginan pelanggan dalam pengembangan produk olahan wortel dan juga pengemasan dari produk olahan wortel tersebut.

2.  Latar Belakang
Quality Function Deployment (QFD) adalah metode yang dipakai untuk menjermahkan kebutuhan pelanggan untuk dikembangkan selanjutnya. OFD telah diimplementasikan dalam berbagai perusahaan di dunia sejak tahun 1966. Terdapat empat langkah dalam menyelesaikan sebuah proses QFD yang dimana setiap langkahnya dibangun dalam sebuah matriks. QFD itu sendiri dapat digabungkan dengan metode-metode yang lain, seperti logika fuzzy, Taguchi, dan analisis faktor lainnya yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Dalam hal ini, QFD berguna untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan mengenai produk olahan wortel yang dinginkan, dalam penelitian ini produk olahan wortel yang dimaksud adalah manisan wortel dan juga sirup wortel. Hasil akhirnya dalah untuk mengetahui karakteristik teknis apa yang akan diprioritaskan oleh tim pengembang dalam produk olahan wortel yang berupa manisan wortel dan juga sirup wortel.

3.  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah hasil akhir dari suatu penelitian yang dapat menjadi sebuah solusi permasalahan yang mungkin berguna bagi orang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain atau merancang suatu produk makanan yang berbahan dasar wortel yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

4.  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menentukan terlebih dahulu kebutuhan pelanggan mengenai produk olahan wortel, lalu diberikan bobot kepentingannya terhadap kebutuhan pelanggan tersebut. Langkah selanjutnya yaitu menentukan karakteristik teknis mengenai produk olahan wortel tersebut, lalu karakteristik teknik tersebut diberikan arah perbaikan untuk pengembangan selanjutnya. Terakhir adalah menentukan bobot kepentingan relatif antara kebutuhan pelanggan dan juga karakteriktis teknis yang kemudian akan dijumlahkan dan jumlah nilai yang paling tinggi yang akan menjadi prioritas untuk pengembangan produk olahan wortel selanjutnya.

5.  Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penenlitian yang dilakukan oleh tim pengembang dengan menggunakan QFD didapatkan hasil yaitu waktu dan temperatur pembuatan manisan wortel sebagai prioritas dari pengembangan manisan wortel tersebut, dan juga jenis bahan aditif dan jumlah banyaknya bahan aditif yang ditambahkan kedalam sirup wortel tersebut yang akan menjadi prioritas dari pengembangan sirup wortel tersebut. Untuk pengemasan terhadap manisan wortel dan sirup wortel itu sendiri berdasarkan QFD makan labelling dari produk olahan tersebut yang akan menjadi prioritas utama dalam pengembangannya.

6.  Kekuatan Penelitian
Kekuatan dari penelitian ini adalah didapatkannya tujuan dari penelitian ini secara jelas, yaitu berupa prioritas yang akan dikembangkan oleh tim pengembang dalam pembuatan produk olahan wortel.

7.  Kelemahan Penelitian
  Kelemahan dari penelitian ini adalah peneliti tidak menjelaskan mengenai darimana didapatkannya kebutuhan konsumen yang menjadi modal penting dalam penelitian ini.


Berikut adalah lampiran jurnal yang telah di-review :

Berikut adalah review jurnal dalam bentuk PowerPoint :
PowerPoint Review Jurnal

Berikut adalah review jurnal dalam bentuk PDF :

Minggu, 01 Januari 2017

REVIEW JURNAL: A Step-by-Step Guide to Using Secondary Data for Psychological Research

REVIEW JURNAL

A Step-by-Step Guide to Using Secondary Data for Psychological Research
(Panduan Langkah-Langkah Menggunakan Data Sekunder untuk Penelitian Psikologis)


Data sekunder dapat menyediakan sumber daya metodologis yang unik dimana berguna untuk menguji masalah-masalah psikologis. Pencarian mengenai data sekunder sering dilakukan bersamaan dengan metode lain, seperti penelitian eksperimental dan klinis, dengan tujuan untuk memberikan pengujian yang sempurna teerhadap sebuah gagasan atau fenomena psikologis. Data sekunder bisa sangat berguna untuk peneliti di segala jenjang karir, termasuk mahasiswa pascasarjana dalam mencari data untuk topik thesisnya, mahasiswa baru yang mencari data tambahan untuk digunakan dalam program penelitian mereka, atau peneliti senior yang mencari data untuk mendapatkan dana hibah untuk penelitiannya.

Menggunakan data sekunder juga memperkenalkan pandangan multi disiplin kedalam penelitian psikologis, yang mana itu akan sangat membantu untuk menghindari risiko dalam segala spesialisasi. Bekerja menggunakan data sekunder juga dapat menyediakan kesempatan untuk menguji berbagai macam fenomena psikologis dan kesehatan yang ada di negara lainnya. Menggunakan data sekunder dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk merancang kuisioner, mengumpulkan data, dan memelihara sekumpulan data kompleks yang besar.

Kerugian dalam memanfaatkan data sekunder yaitu meliputi ketidakmampuan untuk memilih pertanyaan atau pengukuran tertentu, serta kurangnya kontrol atas waktu yang tepat dari pengumpulan data. Meskipun demikian, data sekunder menawarkan keuntungan berharga yang harus dipertimbangkan. Dibawah ini merupakan panduan langkah-langkah menggunakan data sekunder dalam suatu program penelitian.
1. Langkah pertama: Mengidentifikasi data sekunder yang sesuai dengan kebutuhan suatu penelitian
a.   Mencari dataset sekunder
Langkah pertama dalam menggunakan data sekunder adalah mencari tipe data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan sebuah penelitian dan merencanakan penyusunan data file pribadi. Ini penting karena untuk mengidentifikasi tujuan utama penelitian karena materi yang ada dalam tipe data yang dicari akan menggambarkan tipe data yang dibutuhkan
b.   Menentukan target populasi
Ini penting untuk mempertimbangkan populasi target yang diinginkan ketika memilih data sekunder. Hal ini juga penting untuk mengidentifikasi “unit analisis” yang tepat dari target populasi untuk menjawab pertanyaan penelitin terbaik
c.    Menentukan lokasi temporal data
Penggunaan data sekunder dapat sangat bermanfaat jika ada yang tertarik dalam studi terhadap suatu peristiwa sejarah yang terjadi selama waktu tertentu
d.   Mendapatkan data dan mengelompokkannya
Hal ini berguna untuk mengidentifikasi data sekunder yang dipublikasikan oleh peneliti lain yang telah diterbitkan dan akrab dengan seluk-beluk menggunakan dataset tersebut.
2.   Langkah kedua: Membuat dataset pribadi
a.   Membuat organisasi proyek
Untuk melacak jumlah informasi yang luas yang dibutuhkan ketika menggunakan data sekunder, sebaiknya buatlah skema organisasi dari awal proyek.
b.   Membuat variabel ekstraksi
Cara yang baik untuk belajar tentang luasnya variabel yang tersedia dalam data sekunder adalah dengan mempelajari jurnal dari orang lain yang telah menggunakan data sekunder, dan hati-hati untuk membaca dokumentasi data yang termasuk panduan pengguna dan kuisioner asli yang digunakan untuk mengumpulkan data. Banyak sekali program untuk mengekstraksi data untuk perangkat lunak statsitik tertentu untuk mengakses data ynag baru dibuat dan menetapkan nilai-nilai yang hilang kedalam suatu variabel. Ini juga mungkin diperlukan untuk mengambil data dari gudang data sekunder dalam sebuah proyek untuk dibahas lagi dalam sebuah penelitian.
c.    Membuat buku yang memuat kode-kode variabel
Dengan struktur yang terorganisir dimana untuk merekam kemajuan pnelitian dan file data yang berisi varibel yang menarik, pendokumentasian variabel dalam sebuah dataset sekunder pribadi seseorang dapat dimulai. Setiap file data harus benar-benar didokumentasikan dengan memasukkan nama dataset, tanggal dibuat, daftar semua variabel dan kodel nilai hilang untuk masing-masing variabel yang jelas, dengan disimpannya kode-kode variabel tersebut membantu tim peneliti menghindari pemalsuan data dan memastikan bahwa orang lain tidak dapat menirunya
d.   Membuat struktur data sekunder
Beberapa file dapat digabungkan dengan menggunakan program software statistik, dan jika dataset tersebut disimpan dalam perangkat lunak yang berbeda-beda, file-file ini dapat diterjemahkan ke dalam perangkat lunak yang dinginkan dengan menggunakan program transfer statistic atau dengan mengambil keuntungan dari kemampuan sebagian besar program perangkat lunak statistik untuk membaca dan menulis file dalam format lain. Setelah data dalam program perangkat lunak sama, mungkin perlu untuk mempertahankan dataset tersebut untuk analisis tertentu. Sebagian besar program perangkat lunak statistik yang umum digunakan memiliki kemampuan untuk merestrukturisasi atau membentuk kembali sebuah dataset.
e.    Mengatur dataset yang besar
Dengan data sekunder yang besar dan kompleks, beberapa dataset kemungkinala adalah hasil dari penggabungan variabel yang sesuai untuk pertanyaan penelitian yang berbeda. Cara yang efisien untuk mengelola dateset ini adalah untuk membuat folder elektronik yang mewakili kategori dataset dan menempatkan setiap dataset yang relevan daam folder tersebut. Ini dimungkinkan untuk memeriksa kesalahan dalam proses coding dataset.
3.   Langkah ketiga: Membuat variabel-variabel kebutuhan
a.   Membuat variabel gabungan
Sebuah “index” dapat dibuat untuk mewakili konstruk yang menarik melalui menghitung berebrapa karakteristik atau dengan pembuatan variabel yang didasarkan pada data yang tersedia.
b.   Membuat variabel perwakilan
Variabel gabungan menunjukkan bagaimana penelitian psikologis dapat diperkaya dengan menjelajahi disiplin lintas konseptual seperti dukungan sosial.
4.   Langkah keempat: Pertimbangan statistik
a.   Missing data
Dataset sekunder, terutama dalam studi longitudinal, sering memiliki data yang hilang (missing data). Repositori data sekunder harus memiliki informasi tenatng jumlah dan lokasi dari data yang hilang di dataset. Meskipun ini adalah masalah yang tidak dapat dihindari, banyak program perangkat lunak statistic yang umum digunakan menawarkan berbagai pilihan untuk menangani data yang hilang.
b.   Memasukkan data
Prosedur untuk “imputing” nilai yang hilang nilai data telah dikembangkan yang menggunakan informasi dari data yang diamati untuk membuat titik data yang digunakan untuk mengisi nilai-nilai yang hilang.
c.    Pembobotan survei
    Karena data struktural sering berasal dari survei dengan desain sampling yang kompleks, ‘bobot’ sering dibuat tersedia untuk pengguna dari dataset. Variabel menyimpan nilai-nilai bobot untuk kasus-kasus dalam dataset harus diidentifikasi dan di-download bersama dengan variabel lainnya yang dibutuhkan untuk proyek penelitian. Program perangkat lunak statistik memungkinkan penggunaan berbagai bobot yang berbeda saat melakukan analisis deskriptif dan analisis regresi. Bila menggunakan jenis data sekunder, sangat penting untuk menjadi lebih tahu dengan jenis bobot yang tersedia dan bagaimana penggunaannya. Pembobitan dengan peneliti menggunakan kumpulan data sekunder juga bisa sangat produktif. Statistik adalah sumber daya lain yang sangat baik untuk bantuan dengan masalah pembobotan.



Berikut adalah lampiran jurnal yang telah di-review:

Rabu, 26 Oktober 2016

TEKNIK INDUSTRI DI INDONESIA

TEKNIK INDUSTRI DI INDONESIA





Ø    SEJARAH TEKNIK INDUSTRI DI INDONESIA

Teknik Industri di Indonesia di mulai dari Universitas Sumatera Utara [USU] Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan hadirnya Jurusan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung pada 1 Januari 1971. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktik sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik Mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu hanya terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu masih diimpor dari luar negeri, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin. Di Universitas Indonesia , keilmuan Teknik Industri telah diperkenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Saat itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk memeriksa apakah alat-alat produksi dalam keadaan layak untuk dibebani suatu pekerjaan. Ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan yang dimiliki oleh seorang sarjana Teknik Mesin saat itu tidak banyak termanfaatkan, tetapi merekalah yang justru memerlukan bekal pengetahuan manajemen untuk lebih mampu dan siap dalam pengelolaan suatu pabrik dan bengkel-bengkel besar. Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya, sehingga terciptanya gagasan perlunya studi tambahan bagi para mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.

Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya, banyak pabrik-pabrik peninggalan Belanda yang vakum bahkan sampai gulung tikar. Kejadian ini menjadi dorongan kuat untuk terus memikirkan gagasan pendidikan alternatif dalam pendidikan Teknik Mesin. Awal tahun 1958, mulailah diperkenalkan mata kuliah baru di Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik, Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Mata kuliah yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Tambang. Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964, Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualitas manajemen produksi/ teknik produksi. Bidang Teknik Produksi pun semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah, seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja.

 Sekitar tahun 1966-1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang pesat. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Saat itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB. Pada tahun 1968-1971, dimulailah upanya untuk mewujudkan Departemen Teknik Industri yang mandiri yang akhirnya terwujud pada tanggal 1 Januari 1971.



Ø    OPINI MENGENAI PERKEMBANGAN TEKNIK INDUSTRI DI INDONESIA

Perkembangan jurusan teknik industri di Indonesia terbilang cukup pesat. Dimulai dari Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 1956, lalu Institut Teknologi Bandung dan sampai akhirnya saat ini Jurusan Teknik industri di Indonesia bisa terbilang sangat banyak, hampir di setiap universitas di Indonesia ini memiliki jurusan Teknik Industri. Untuk lulusannya itu sendiri, sudah banyak sekali lulusan teknik industry yang diterima diterima di perusahaan nasional maupun multinasional. Untuk lulusan teknik industri di Inodnesia sendiri tidak kalah kualitasnya juga dengan lulusan teknik industri yang berasal dari universita-universitas diluar negeri sana.

Minggu, 05 Juni 2016

HUKUM INDUSTRI - CONTOH KASUS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

CONTOH KASUS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

  • Contoh Kasus Hak Kekayaan Intelektual

Tiru Range Rover Evoque, Pabrikan Mobil China Dituntut
            Niken Purnamasari - detikOto

Minggu, 05/06/2016 12:00 WIB
Foto: Reuters
               
Beijing -Jaguar Land Rover menuntut pabrikan mobil asal China Jiangling Motor yang telah melakukan peniruan pada Range Rover Evoque.
Produsen mobil asal Inggris itu menilai bahwa Jiangling meniru secara keseluruhan model Range Rover Evoque. Mobil mirip Evoque yang dijual Jiangling yakni lewat varian Jiangling Landwind X7.
Dilansir Reuters, Juru Bicara Jaguar Land Rover mengatakan,"Tuntutan yang dialamatkan pada Jiangling yakni mereka telah melakukan pelanggaran hak cipta dan kompetisi yang tidak adil."
Kehadiran Jiangling Landwind X7 pada November 2014 lalu menuai kritik dari berbagai pihak. SUV tersebut memiliki kemiripan Evoque dari segi bentuk bodi, atap, lampu ekor dan garis pada bagian samping mobil.
Bagian grille depan juga memiliki bentuk yang sama dengan Range Rover Evoque. Harga yang dipasarkan untuk 'Evoque KW' itu pun jauh lebih murah yakni sepertiga dari harga Range Rover Evoque asli.
Kasus peniruan mobil oleh pabrikan mobil China bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, sebuah produsen mobil di China melakukan peniruan pada model Honda CR-V. Butuh waktu sekitar 12 tahun untuk menyelesaikan kasus tersebut.


  • Sumber Berita

http://oto.detik.com/read/2016/06/05/120011/3225743/1207/tiru-range-rover-evoque-pabrikan-mobil-china-dituntut


  • Pendapat Pribadi

Menurut saya, kasus ini merugikan pihak Jaguar Land Rover selaku pemegang HAKI yang sah, karena Jaguar Land Rover akan kehilangan keuntungan atau pendapatan karena mobil yang mereka jual ”dijiplak” oleh pihak dari Cina dan dijual dengan harga yang lebih murah. Dengan hal ini, masyarakat pun akan membeli mobil yang murah. Jaguar Land Rover pun harus cepat mengambil langkah agar tidak memdapat kerugian yang lebih besar lagi akibat kasus ini. Produsen dari China tersebut pun juga harus diberi sanksi akibat kasus ini.